Tips Menjalankan Bisnis Startup Di Masa - Masa Sulit

Tips Menjalankan Bisnis Startup Di Masa - Masa Sulit

Menjalankan bisnis Startup, kalau aliran modalnya lancar, pastinya tidak terasa sulit.

Tapi… nyatanya tidak semua orang yang menjalankan bisnis Startup memiliki modal yang besar kan? Ada juga beberapa orang yang memulai bisnis Startup dengan modal yang sangat minim dan tentunya hal tersebut bisa menjadi tantangan tersendiri.


Nah… apalagi di masa pandemi yang entah sampai kapan ini. Pastinya tantangan tersebut akan semakin terasa untuk setiap penggiat bisnis Startup.


Jadi… mudah – mudahan tips ini bisa membantu kamu semua agar tetap tidak patah semangat untuk menjalan bisnismu di masa – masa sulit ini yah.



1. Fokus Pada Satu Jenis Produk

Di masa – masa sulit, seringkali biaya produksi harus ditekan semaksimal mungkin. Karena itulah, ada baiknya kita (paling tidak untuk saat ini) berfokus dulu pada satu jenis produk. Tentunya tidak hanya untuk menekan biaya produksi, cara ini juga sangat efektif untuk meningkatkan ”citra” brand bisnis kita (dimana biasanya hampir semua brand besar identik dengan hanya satu jenis produk khusus).


Seiring waktu, setelah keadaan menjadi semakin baik, tentunya kita akan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengeksplor dan mendapatkan inspirasi untuk mulai membuat produk – produk lainnya, tergantung pada permintaan pasar dan konsumen.


Sebagai contoh, untuk kamu yang memiliki jasa pembuatan website, kamu bisa mencoba memfokuskan jasa pembuatan website kamu untuk tipe - tipe website profil perusahaan atau Company Profile. Ataupun untuk website - website yang berjenis template siap pakai.



2. Cari Tim Kerja (Secepatnya)

Mempunyai tim kerja yang produktif dan loyal pastinya sudah menjadi dambaan, tapi… di masa – masa sulit kadang kala kita harus sedikit lebih “fleksibel”.


Dibandingkan mencari orang yang memiliki kualifikasi sempurna, akan lebih baik mendapatkan orang yang memang paling tidak memenuhi kualifikasi minimal, dan coba kita berlakukan 3 bulan percobaan. Jangan pernah ragu untuk “secara terhormat” melepaskan mereka apabila pada kenyataannya mereka tidak bisa memberikan hasil minimal yang diharapkan.


Mungkin terdengar agak kejam yah… Tapi ingat kita tidak bisa menyenangkan semua orang.

Dan saat ini, kelangsungan bisnis kita benar – benar menjadi prioritas.




3. Pemberlakuan Kesepakatan Pembayaran Yang  Lebih Ketat

Ini sangat sangat penting. Untuk masa – masa sulit, istilah “pelanggan adalah raja” harus kita ubah menjadi “pelanggan adalah rekan”. Kita harus melihatnya secara realistis bahwa walaupun di satu sisi kita memberikan yang terbaik, bisa saja pelanggan kita malah hanya “setengah hati”..


Jadi… ada baiknya kita memberlakukan kesepakatan yang lebih ketat, terutama dalam hal pembayaran. Jangan ragu untuk memberlakukan “uang muka”, atau bahkan menggunakan kontrak legal apabila memang diperlukan. Selama kita dengan konsumen kita sama – sama mengerti pentingnya menghormati kesepakatan bisnis, hal ini seharusnya tidak akan menjadi masalah yang berarti.




4. Hindari Konsumen Yang “Toxic”

Agak aneh yah memang mendengar kalau ada beberapa konsumen yang harus kita “hindari”. Tapi ingat kembali pernyataan “kita tidak bisa menyenangkan semua orang”.


Ingat… tidak semua konsumen memiliki latar belakang dan ekspektasi yang sama. Dan konsumen yang selalu meminta dan meminta tanpa memberikan imbalan yang sesuai inilah yang kita sebut sebagai “toxic”.


Jangan lupa… memberikan segala sesuatu secara “gratis” sama sekali tidak membuat kita menjadi “pahlawan” (ini dunia bisnis loh, bukan acara amal hehe). Kenyataannya, sifat seperti itu justru akan menimbulkan kesan kita menjadi “murah” dan malah tidak dihargai.


Lagipula… konsumen yang benar – benar mengerti sulitnya berbisnis, tentunya tidak perlu diingatkan hal itu kembali bukan?




5. Fokus di Skala Kecil, Tapi Dengan Kuantitas Yang  Lebih Banyak

Memang sih, pekerjaan ataupun project dengan skala kecil itu gak terlalu… membanggakan (dan pastinya harga yang kita tawarkan juga jauh di bawah project dengan skala besar).


Tapi… ini sama sekali bukan saatnya kita mengedepankan ego kita loh. Ingat… ego yang tinggi dalam berbisnis sama sekali tidak akan membawa kita kepada kesuksesan, apalagi di masa – masa sulit.


Akan lebih baik, untuk sementara ini kita focus pada konsumen – konsumen berskala kecil, tetapi tetap dengan kita memberikan pelayanan yang sebaik – baiknya. Tentunya ini akan membawa citra yang sangat baik pada bisnis kita.


Dan ingat… walaupun mungkin hasilnya tidak seberapa, sudah pasti kita juga bisa menghemat lebih banyak waktu dalam mengerjakan project tersebut, sehingga kita bisa fokus pada kuantitas. Jangan lupa istilah “sedikit demi sedikit, lama – lama menjadi bukit”!




6. Selalu Siap Untuk “One Man Show”

Nah, pada akhirnya, jangan lupa kamu juga harus memiliki pemahaman yang menyeluruh terhadap semua proses di Bisnis Startup kamu.

Karena tidak peduli seberapa menyenangkannya tempat kerja kamu, atau seberapa baiknya kamu terhadap staff kamu, orang – orang pada akhirnya akan datang dan pergi silih berganti karena berbagai alasan.


Kehilangan staff ahli kepercayaan kamu memang bisa sangat mengkhawatirkan, tetapi ingat, bahwa pada akhirnya, kelangsungan bisnis tetap titik beratnya ada di kita. Kita harus siap me”lahap” beberapa pekerjaan sekaligus (bahkan semuanya), dengan tetap optimis kita akan menemukan staff baru yang memiliki keahlian yang sama (atau bahkan lebih baik).




Pada akhirnya, menjalankan bisnis Startup memang sama sekali bukan hal yang mudah. Dan tantangan akan menjadi semakin berat ketika kita harus menghadapi masa – masa sulit seperti ini.


Bagaimana kita bisa menggunakan sumber daya apapun yang saat ini masih tersedia secara efisien dan efektif akan sangat penting. Dan ingat, bahwa kita adalah pemilik bisnis nya, dan karena itulah kita harus bisa menggunakan kebanggaan predikat itu untuk tidak cepat menyerah, bangkit kembali, dan bahkan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya! :)