Tips Memilih Warna & Font Website

Tips Memilih Warna & Font Website

Kalau kita sudah memilih jasa pembuatan website yang tepat yang akan membantu kita, dan kita juga sudah menentukan tipe website yang akan kita buat, beserta struktur utama websitenya, mungkin terakhir kita akan dihadapkan pada 1 pertanyaan yang paling membingungkan.

Mau websitenya seperti apa?

 

Hmmm… ini adalah pertanyaan dengan jawaban yang sangat beragam. Karena kembali lagi, tampilan website seperti hal nya lukisan, tidak ada jawaban yang mutlak. Bisa saja dinilai berbeda oleh masing – masing orang. Bisa saja menurut kita suatu website itu cantik dan keren, tapi menurut orang lain terlalu datar dan biasa saja. Bisa saja menurut kita suatu website terlalu heboh dan berlebihan, tapi menurut orang lain website seperti itulah yang dia suka.


Pada akhirnya, kembali lagi, patokan cantik, keren atau tidaknya suatu website itu sifatnya subjektif (sama seperti kita melihat paras si dia #eaaa).

Eitts, tapi ini beneran yah maksudnya.


Lantas, apa jawaban ter diplomatis untuk menjawab pertanyaan bernilai jutaan rupiah itu?? (asumsi bahwa jasa pembuatan website yang kita pilih mengenakan harga segitu yah).


Menurut kami, jawaban terbaik yang bisa kita berikan adalah berpatokan pada hal apa yang membuat tampilan website dianggap BAIK. Se sederhana itu saja.

Sama seperti wajah setiap orang yang dinilai berbeda – beda, sudah pasti hampir tidak mungkin kita menilai wajah yang berdebu dan kusam sebagai cantik atau ganteng kan?


Yap, sama seperti website. Ada beberapa patokan elemennya yang bisa kita jadikan pedoman kita untuk membuat tampilan website kita menjadi “baik” bagi kebanyakan orang.


Nah, kali ini kita akan fokus pada 2 elemen dasar paling menonjol dari website, yaitu warna dan font.


1. Gunakan Warna Utama Website Yang Sama / Sesuai  Dengan Logo Utama Website

Loh, kenapa demikian? Karena Logo Website adalah hal yang bisa dipastikan paling pertama dilihat ketika siapapun membuka website kita. Dan satu hal lagi, logo website merupakan bendera perwakilan dari profil usaha kita loh.


Jadi, selalu pastikan warna utama dari website kita sama dengan warna logo website kita. Misalkan logo website kita berwarna merah, berarti pastikan kita memilih warna merah sebagai warna utama website kita. Jika logo website kita terdiri dari warna biru dan hijau, pastikan kita memilih warna biru dan hijau sebagai 2 warna utama website kita.


Bagaimana dengan logo berwarna monokrom (hitam dan putih)?


Untuk logo warna hitam, berarti hal paling aman adalah membuat website kita bernuansa monokrom pula (hitam dan putih), ataupun bisa kita menggunakan campuran warna – warna pastel atau gelap, sehingga masih “sejalur” dengan warna hitam dari logo.

Untuk logo warna putih, biasanya kita bisa mengubah warna latar belakang utama website kita menjadi suatu warna gelap, dan menggunakan warna putih sebagai warna utama teks website. Ataupun kita memilih satu warna utama (misalnya merah) yang cukup kontras dengan warna logo putih tersebut, dan warna merah inilah yang kita gunakan sebagai warna utama website kita.



2. Gunakan Maksimal Hingga 3 Pilihan Warna Utama

Mengapa maksimal 3 warna utama saja? Hal ini untuk meminimalisir ambiguitas warna (dimana orang mulai merasa rancu dengan warna yang terkait dengan logo atau usaha kita), dengan di sisi lain tetap memberikan “sentuhan” dan “variasi” yang mempercantik website kita.


Secara teori, ketika kita menggunakan 3 macam warna utama, kita bisa memporsikannya menjadi 3 golongan:

  • Warna Primer : sekitar 60% dari seluruh website, yang memberikan kesan dari warna utama website (dan warna inilah yang biasanya kita ambil dari warna logo website)
  • Warna Sekunder : sekitar 30% dari seluruh website, yang memberikan kesan “variasi” warna dari website
  • Warna Aksen : sekitar 10% dari seluruh website, yang memberikan tambahan kesan “sentuhan terakhir” untuk website

Untuk kasus – kasus tertentu dimana kita menggunakan lebih dari 3 warna (misalnya karena logo website yang berwarna – warni), tetaplah berpedoman pada minimal satu warna primer dan satu warna sekunder. Intinya adalah, selalu pertahankan ada satu warna utama yang mendefinisikan website kita.



3. Gunakan Maksimal Hingga 2 Jenis Font Berbeda

Jenis font yang digunakan tentunya kembali lagi ke preferensi dan filosofi utama dari bisnis kita, tetapi hal yang perlu kita perhatikan di sini adalah jumlah jenis font yang kita gunakan.


Jika memungkinkan, gunakanlah 1 jenis font untuk seluruh website. Tidak perlu takut website kita akan terkesan “monoton”, karena justru 1 jenis font yang seragam untuk seluruh halaman website, terbukti akan membuat pengunjung lebih “nyaman” berlama – lama di website kita.

Mengapa demikian? Karena ketika kita menggunakan banyak jenis font berbeda, secara tidak sadar ataupun tidak, perbedaan font tersebut akan “terlihat” atau minimal “terasa” oleh pengunjung. Dan ketika banyak perbedaan yang dirasakan oleh pengunjung saat melihat website kita, lambat laun hal tersebut bisa mengalihkan perhatian pengunjung, atau yang lebih parahnya menimbulkan kesan “tidak nyaman”.


Jadi, selalu batasi jenis font yang kita gunakan yah. Maksimal hingga 2 jenis font saja



4. Gunakan Styling Font Yang Sesuai dan Wajar

Styling Font yang paling sering kita lihat adalah tebal  (bold), miring (italic) dan garis  bawah (underline).


Tips intinya adalah menggunakan styling font tersebut secara sesuai dan wajar. Artinya menerapkannya di bagian – bagian yang memang masuk akal dan tidak berlebihan, contohnya:

  • Gunakan Bold hanya untuk teks yang berupa judul halaman ataupun judul utama dari suatu bagian website
  • Gunakan Italic untuk teks yang berupa penjelasan tambahan (misalnya jabatan seseorang)
  • Gunakan Underline untuk teks yang berupa hyperlink (link ke halaman atau website lain)

Hal terpenting lainnya adalah konsistensi, dimana kita menerapkan style yang sama untuk setiap teks dengan karakteristik di atas. Dengan konsistensi, pengunjung dengan sendirinya akan mendapatkan “sense” mengenai informasi yang ada di dalam website dan dapat menyerapnya dengan lebih baik.



5.  Gunakan  Variasi Ukuran Font Yang Sesuai dan Wajar

Terakhir adalah mengenai ukuran font. Tips termudah adalah bedakan antara teks yang berupa judul dan teks yang berupa deskripsi.

Pastikan untuk selalu membuat teks judul lebih besar daripada subjudul ataupun deskripsi. Hal ini akan membuat tampilan website kita terkesan lebih dinamis dan tertata dengan baik.


Sebagai contoh, kita bisa menetapkan judul utama setiap halaman website di angka 30px, subjudul di angka 24px / 22px, dan deskripsi di angka 16px / 15px.

Sama seperti styling font, kuncinya adalah mempertahankan konsistensi.



Nah itu dia beberapa tips dalam memilih warna & font untuk membuat tampilan website yang baik.


Sekali lagi, apa warna dan font yang kita pilih itu dan bagaimana itu dinilai oleh para pengunjung sepenuhnya bersifat subjektif, tetapi bagaimana kita menggunakan warna dan font itulah yang dapat kita usahakan agar website kita dinilai “baik” oleh para pengunjung website kita. Pastikan untuk selalu berdiskusi secara produktif dengan rekanan jasa pembuatan website yang sudah kamu pilih, agar kamu pada akhirnya bisa memiliki website sesuai dengan kemauan dan kebutuhan kamu.


Semoga bermanfaat!