Penyebab Gagalnya Bisnis Startup

Penyebab Gagalnya Bisnis Startup

Sudah memulai bisnis Startup Anda sendiri? Mantapp! Berarti Anda sudah memulai langkah paling pertama untuk menjadi seorang wirausaha.

Tapi bagaimana perihal untuk mengembangkan bisnis yang sudah dipunyai? Nah, itu masalah lain lagi…


Meskipun sekarang ini sudah banyak sekali bisnis Startup yang bertebaran di dunia, termasuk Indonesia, faktanya menurut majalah Forbes, sekitar 90% Bisnis Startup mengalami kegagalan, alias bangkrut. Tidak peduli jenis bisnis apapun yang dijalani, mulai dari bisnis jasa, seperti jasa desain grafis ataupun jasa pembuatan website, hingga bisnis yang melibatkan produk fisik yang dijual secara konvensional ataupun online melalui website.


Dan di artikel kali ini, kita akan coba melihat beberapa penyebab paling umum gagalnya suatu bisnis Startup. Tentunya harapannya, kita dapat lebih berhati – hati dalam menjalankan bisnis kita yah.



1. Tidak Mampu Memenuhi Kebutuhan Pasar

Nah, ini dia salah satu faktor (paling utama dan paling sering) yang terjadi. Banyak sekali para pengusaha muda yang memulai bisnis nya hanya karena didasarkan “hobi” atau “semangat” semata.

Memang sih… sama sekali tidak ada yang salah untuk menjalankan bisnis sesuai dengan hobi kita, tetapi satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa ketika sesuatu sudah menjadi bisnis, target utama kita adalah pemenuhan kebutuhan para konsumen kita, bukan hanya sekedar menjadi ekspresi dari hobi kita.


Jadi… hal yang bisa kita lakukan adalah coba ubah pendekatan kita dalam memulai bisnis. Yaitu melihat potensi permasalahan yang terjadi di kehidupan kita terlebih dahulu, baru melihat bagaimana itu bisa diselesaikan dengan bisnis dan disesuaikan dengan kemampuan ataupun hobi yang kita punya. 

 

 

2. Kehabisan Dana

Penyebab paling sering lainnya adalah kehabisan dana atau modal. Cukup klasik memang, tetapi tetap saja apapun bidang bisnis yang kita jalankan, bisnis tetaplah bisnis, dimana suatu aliran dana segar akan terus dibutuhkan agar bisnis dapat berjalan.


Memang tidak ada solusi pasti dalam menanggulangi masalah ini, karena setiap bisnis Startup pastinya memiliki pertimbangan dan kebutuhan modal yang berbeda – beda. Jadi yang bisa kita generalkan adalah selalu pastikan dana yang kita punya bisa dipergunakan seoptimal mungkin, dengan perencanaan yang benar – benar matang dan sedetail mungkin.

 

 

3. Konflik Internal

Penyebab lainnya yang cukup berbahaya (dan parahnya seringkali tidak kelihatan di awal) adalah konflik internal, terutama konflik yang paling membahayakan adalah konflik antar pemilik perusahaan. Tidak bisa dipungkiri dalam suatu bisnis, pastinya hampir selalu ada minimal 2 orang atau lebih yang terlibat di dalamnya sebagai pemilik perusahaan, dan potensi konflik atau perbedaan pendapat sekecil apapun tetaplah ada.


Solusi untuk menghindari hal ini adalah pastikan bahwa para pendiri perusahaan sudah mengenal satu sama lain dengan cukup baik, terutama dalam hal profesionalitas, kemampuan teknis, dan kesamaan visi serta ekspektasi. Definisikan secara jelas tanggung jawab masing – masing pemilik perusahaan dan perannya dalam kelangsungan perusahaan, dan selalu selesaikan konflik internal yang terjadi sesegera mungkin sebelum merembet ke aspek lainnya dan memperparah konflik ke depannya.




4. Eksekusi Ide Bisnis Yang Kurang Maksimal

Pastinya sangat mendebarkan untuk memiliki segudang ide – ide kreatif ketika pertama kali kita memulai bisnis kita. Tapi… jangan lupa bahwa bagaimana kita mengeksekusi ide itu menjadi kenyataan lah yang memegang peranan penting.


Jangan biarkan ide kreatif kita hanya menjadi sebatas ide kreatif tanpa perencanaan yang matang. Jadi definisikan bagaimana kita dapat mengeksekusi ide tersebut, bagi menjadi tahapan – tahapan dengan target jangka waktu yang jelas, dan sekali lagi, dengan menyesuaikan ketersediaan dana yang ada. Ingat… jangan sampai juga kita menghabiskan semua tenaga dan dana di tahap eksekusi Ide Bisnis yah.

 



5. Mengabaikan Pivot (Perubahan Konsep Bisnis)

Istilah Pivot (perubahan konsep bisnis) di banyak bisnis Startup adalah sesuatu yang “haram hukumnya”. Karena Pivot berarti kita harus mengubah konsep bisnis kita, entah sebagian atau bahkan seluruhnya yang kadang (bisa saja) mengubah image perusahaan kita secara keseluruhan.


Salah satu solusi yang bisa kita lakukan ketika akan melakukan Pivot adalah berpikiran terbuka terlebih dahulu dan mengadopsi pola pikir bahwa yang terpenting bukalah bagaimana membuat ide awal kita bekerja, tetapi bagaimana membuat agar bisnis kita tetap mampu bertahan dan berjalan. Walaupun memang Pivot terkesan menyeramkan (dan jujur saja di banyak kasus bahkan terkesan “memalukan” karena itu mungkin secara tidak langsung menyatakan bahwa ide kita “gagal” berjalan), tetapi ingat bahwa Pivot adalah sesuatu yang sangat wajar di dunia bisnis.

Ingat bahwa bisnis yang mampu bertahan bukanlah bisnis dengan produk atau layanan terbaik, tetapi bisnis yang mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang terus terjadi.



Nah… itu dia 5 penyebab paling umum kegagalan suatu bisnis Startup. Harapannya dengan mengetahui itu semua, kita bisa lebih berhati – hati dalam menjalan bisnis kita agar bisa terus berkembang menjadi lebih besar dan lebih besar lagi yah.

Dan tentunya, jangan lupa pula untuk pastikan bisnis kita memiliki Website Profil Perusahaan yang tepat, agar mampu merepresentasikan perusahaan kita secara maksimal di mata para pelanggan. Pastikan untuk memilih Jasa Pembuatan Website yang terpercaya untuk hal ini. :)