Cara Membangun Kepercayaan Konsumen

Cara Membangun Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan konsumen bisa dibilang adalah salah satu aset perusahaan yang paling penting, terutama untuk menjamin keberlangsungan operasional suatu perusahaan. Tapi… tidak ada satu ahli bisnispun yang mengatakan bahwa hal itu mudah. Entah dari bisnis jasa, seperti jasa desain grafis ataupun jasa pembuatan website, hingga bisnis yang menjual produk, baik secara konvensional ataupun online melalui marketplace ataupun website.


Seperti yang bisa dikutip oleh seorang Profesor bernama Roderick Kamer dan Universitas Stanford, bahwa kepercayaan adalah suatu barang super mewah, yang sulit sekali didapatkan, tetapi mudah sekali hilang (waduhhh). Artinya memang kita harus siap melakukan banyak upaya yang tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan konsumen, tapi hanya cukup satu kesalahan kecil yang membuat mereka berpaling ke lain hati.


Nah karena itu di artikel kali ini, yuk coba kita lihat beberapa tips dasar yang bisa kita lakukan untuk membangun kepercayaan konsumen kita.

 


1. Tawarkan Solusi, Bukan Kesempurnaan

Salah satu cara terbaik (tetapi paling banyak juga disalah artikan oleh pelaku usaha) adalah produk atau jasa yang kita tawarkan haruslah merupakan solusi dari masalah yang sedang dihadapin oleh konsumen. Karena pada prakteknya, seringkali pelaku usaha terlalu fokus untuk “menyempurnakan” produk ataupun jasanya (yang sebenarnya baik, karena pastinya bisnis harus tetap berkembang ke arah yang lebih baik).


Tetapi inti permasalahan di sini adalah bagaimana produk ataupun jasa yang kita tawarkan bisa menyelesaikan atau paling tidak memberikan alternatif solusi bagi masalah yang sekarang sedang dihadapi klien (ingat kata kunci “sekarang”). Karena ketika masalah mereka sebagai konsumen teratasi (walaupun mungkin belum dengan cara yang “sempurna”), di sini lah konsumen kita akan mendapatkan kesan kuat bahwa kita adalah perusahaan yang “dapat diandalkan”.


Dan inilah yang akan menjadi titik awal terbangunnya ikatan kepercayaan antara konsumen dengan kita sebagai pelaku usaha.

 

 

2. Selalu Tepati Janji Yang Sudah Kita Buat

Hal lain yang harus dipastikan adalah selalu tepati  janji. Jangan pernah menjanjikan suatu produk ataupun layanan yang ada kemungkinan kita tidak bisa menepatinya (kecuali memang dengan kesepakatan dan konsekuensi yang jelas). Lebih baik membuat janji atau penawarn kecil yang sudah pasti bisa kita penuhi dibandingkan membuat janji besar, tetapi dengan hasil yang tidak sesuai ekspektasi nantinya (karena hal ini justru akan menghilangkan kepercayaan mereka sebagai konsumen).


Lalu, bagaimana solusinya apabila konsumen menginginkan sesuatu yang “mungkin” tidak bisa kita lakukan atau tepati?

Cara terbaik menurut kami adalah berkata terus terang bahwa ekspektasi mereka memang “mungkin” tidak bisa kita penuhi, dan perlu kompromi ataupun kesepakatan lebih lanjut dari kedua belah pihak.


Ingat bahwa perlu banyak usaha untuk mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan konsumen, dan satu kesalahan kecil saja untuk menghilangkan semua kepercayaan itu. Jadi, lebih baik tepati janji – janji kecil yang memang bisa kita penuhi ataupun janji berskala besar dengan kompromi dan batasan ekspektasi yang jelas.



3. Jujur dan Terbuka

Harga yang ditawarkan oleh konsumen tidak sesuai? Yah bilang saja…

Waktu pengerjaan yang diinginkan oleh konsumen tidak sesuai? Yah bilang saja…

Produk atau jasa yang kita berikan ternyata memiliki kekurangan? Yah bilang saja!

Sama seperti kami dari pihak Jastaweb selaku salah satu jasa pembuatan website yang selalu mendengarkan masukan dari kalian para klien setia kami. :)


Yup! Kemungkinan kita berpikir bahwa mengakui kesalahan dan keterbatasan produk ataupun jasa kita (bisa saja) membuat konsumen memutuskan untuk mencari jasa lain, karena menimbulkan kesan bahwa kita “tidak mampu”.

Tetapi…. Nyatanya di banyak kasus, yang terjadi adalah sebaliknya loh.


Jika kita selalu jujur dan terbuka, kita akan memberikan kesan bahwa memang kita “mampu membuktikan apapun yang kita kerjakan”. Hampir bisa dipastikan sebagian besar konsumen memilih produsen yang “jujur dan terbuka” daripada “janji manis tetapi pahir di akhir” (agak nusuk yah hehe).


Memang tidak jadi jaminan 100% bahwa setelah pengakuan tersebut, konsumen akan tetap memilih kita sebagai vendor mereka (karena di beberapa kasus, bisa saja memang mereka membutuhkan vendor yang mampu memenuhi ekspektasi mereka di permintaan tersebut). Tetapi hal yang terpenting di sini adalah kita sebagai pelaku usaha tetap mempertahankan integritas bisnis kita. Dan membuktikan kepada konsumen kita (terlepas dari mereka jadi menggunakan jasa kita ataupun tidak) bahwa kita sebagai pelaku usaha benar serius menjalankan usaha, dan bukan hanya sekedar “omong besar ataupun omong kosong”.


Dan pada akhirnya budaya seperti ini, niscaya akan menarik lebih banyak konsumen yang memang sesuai dengan bidang usaha kita.



Nah, itu dia 3 tips praktis yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kepercayaan konsumen kita. Ingat bahwa kepercayaan konsumen tidaklah mudah untuk didapatkan. Akan dibutuhkan banyak upaya untuk mendapatkannya.

Tetapi percayalah bahwa kepercayaan konsumen akan menjadi aset yang sangat berharga untuk usaha kita di kemudian hari. :)