5 Tahapan Menjadi Wirausaha

5 Tahapan Menjadi Wirausaha

Widih keren! Uda punya bisnis sendiri nih?? Uda jadi wirausaha dong  sekarang??” 

Wah… pastinya kita semua langsung terbang ke langit ketujuh yah mendengarkan pujian seperti ini (termasuk yang nulis artikel ini hehe).


Kalau ditanya, siapa yang ingin jadi “Wirausaha”? Pastinya hampir sebagian besar di antara kita memiliki mimpi untuk menjadi Wirausaha. Atau kalau di bahasa Inggris  yang lebih kerennya, biasanya disebut sebagai Entrepreneur.

Lantas… apakah dengan memiliki bisnis sendiri, kita sudah langsung bisa disebut sebagai “Wirausaha”? Hmm… setengah sudah, setengah belum sih (jadi bingung).


Karena Wirausaha atau yang disebut juga dengan Entrepreneur itu ternyata sebenarnya adalah sebutan “tertinggi” dari seseorang yang sebenarnya sudah melewati 5 tahapan, yang salah satu tahapannya memang adalah “memiliki bisnis sendiri”.

Jadi.. sebenarnya kita sudah di tahapan yang mana nih?


Yuk coba kita telaah lebih lanjut!



1. Tahap 1 – Bekerja Sendiri (Self  Employed)

Tahap paling pertama, yaitu adalah ketika kita sudah menjadi “freelance” alias pekerja bebas, alias bekerja sendiri. Artinya, kita sudah tidak berada di bawah bayang – bayang bos ataupun atasan, karena memang kita bekerja untuk diri kita sendiri.


Jadi, buat kamu – kamu para freelancer, entah bagi kamu yang membuka jasa desain grafis, jasa pembuatan website, ataupun jasa lainnya, kamu sudah berada di tahap paling awal menuju Wirausaha loh! Ini adalah tahap paling pertama yang memang hampir semua wirausahawan lalui, dan seringkali bisa dibilang tahap yang paling berat. Karena di tahap ini, kita harus mulai membiasakan diri dengan pemasukkan yang tidak tetap, dan juga sigap dalam mengatur waktu serta alur pekerjaan kita. Tentunya ditambah lagi dengan berbagai pekerjaan tambahan yang harus kita lakukan sendiri, seperti pembukuan mandiri ataupun kegiatan marketing nya.


Tetap semangat untuk yang berada di tahap ini! Dengan kerja keras dan ketekunan, kamu akan segera mencapai tahap kedua.

 

 


2. Tahap 2 – Manajer (Manager)

Tahap kedua yaitu dimana kita sudah memiliki “tim” untuk membantu pekerjaan kita. Kedudukan kita tetap yang paling tinggi, dan kerennya lagi, boleh dibilang di tahap ini, kita sudah menjadi “bos” (walaupun secara praktek, sebenarnya lebih cocok disebut manajer yah).


Jadi kita sudah punya tim yang memiliki fungsi pekerjaannya masing – masing, dan kita sendiri sebagai pemberi kerja, biasanya memiliki fungsi pekerjaan di bagian paling krusial, yaitu menentukan visi usaha kita (dan di banyak kasus, kita juga seringkali harus multitasking karena kita juga bertindak sebagai pengatur semuanya). Misalnya saja untuk kamu yang tadinya berkecimpung di bidang jasa pembuatan website, di tahap ini kamu sudah memiliki tim dengan deskripsi pekerjaannya masing - masing (misalnya web designer, web programmer, ataupun bagian sales & marketing nya).


Nah… kebetulan boleh dibilang sebagian besar para pelaku bisnis di dunia (termasuk Indonesia) berada di tahap ini, karena tahap ini adalah tahap yang paling lama dilalui untuk mencapai kestabilan finansial dan alur kerja yang pada akhirnya akan membawa kita pada tahap ketiga.




3. Tahap 3 – Pemilik Bisnis (Business  Owner)

Di tahap ketiga ini, kita sudah tidak “terlibat” secara langsung dengan proses operasional usaha kita. Artinya sudah ada “manajer” yang mengatur semuanya (menggantikan posisi kita di tahap kedua tadi). Di tahap ini, semua arus pekerjaan sudah mantap, tim sudah terbentuk, dan kita sudah hampir dipastikan bisa “lepas tangan” terhadap usaha kita.


Boleh dibilang tahap ini adalah impian utama dari para pelaku bisnis di dunia. Yaitu keadaan di mana mereka sudah bisa melepas kegiatan usahanya, dan mulai menikmati hasilnya. Di tahap ini juga, biasanya keadaan finansial kita sebagai pemilik usaha sudah cukup stabil, dan jika terus ditingkatkan, akan membawa kita pada keadaan “kebebasan finansial”.


Satu hal yang pasti, di tahap ini, kita sudah mendapatkan “kebebasan waktu”. :)




4. Tahap 4 – Penanam Modal (Investor)

Untuk tahap keempat, biasanya adalah ketika para pemilik bisnis akan lebih fokus untuk memperluas jaringan bisnisnya dengan menanamkan modal. Entah membuka cabang bisnis baru, ataupun menanamkan modalnya untuk bekerja sama dengan bisnis lain yang akan membawa keuntungan berlipat ganda terhadap bisnisnya.


Di tahap ini, kita sebagai penanam modal, hampir dipastikan kemungkinan besar kita hanya tahu “para manajer” di perusahaan kita sendiri. Karena kita sibuk memperluas jaringan bisnis kita dengan modal melimpah yang sudah kita dapatkan sedari kita merintis usaha kita.




5. Tahap 5 – Wirausaha Sejati (Entrepreneur)

Ini dia! Tahap tertinggi yang akan memberikan kita gelar Entrepreneur sejati. Ini adalah tahap dimana kita sudah memiliki kebebasan “finansial” dan kebebasan “waktu” yang benar – benar stabil, dengan jaringan perusahaan yang mantap (terlepas dari seberapa luas jaringan bisnis kita).


Tetapi, yang benar – benar membedakan tahap ini dengan tahap lainnya adalah pola pikir kita sendiri, yang sudah 100% menjadi seorang “Wirausaha”. Artinya, pola pikir kita akan selalu berpusat pada inovasi, peningkatan, dan perluasan usaha. Walaupun di tahap ini, kita benar – benar sudah bisa berleha – leha seharian penuh selama satu tahun (secara harafiah), tetapi karena pola pikir kita yang sudah menjadi “Wirausaha”, kita akan terus berpikir cara – cara untuk terus meningkatkan diri kita dan tentunya berinovasi. Karena itulah pola pikir Wirausaha sejati!




Jadi…. Kamu sekarang sudah berada di tahap yang mana nih?

Terlepas kamu sekarang berada di tahap manapun, selalu ingat yah, bahwa perjalanan menjadi seorang Wirausaha membutuhkan waktu yang tidak sebentar, kerja keras ekstra, dan ketekunan yang konsisten.


Memang tidak mudah… tetapi… tidak ada alasan untuk menganggapnya tidak mungkin.

Selalu pastikan kamu berada di jalur yang tepat, dan nikmati semua prosesnya. :)